Bagaimana Online Marketing Dapat Meningkatkan Penjualan Offline?
Online marketing saat ini merupakan salah satu strategi marketing jitu yang harus diterapkan oleh setiap brand. Bahkan faktanya online marketing
merupakan hal terbaik yang mampu mendorong penjualan offline. Namun
sayangnya kesalahan fatal yang dilakukan para digital marketer adalah
mengukur keefektivan campaign online marketing hanya dengan menggunakan ukuran digital seperti halnya click, shares dan retweet.
Tak ada satupun dari pengukuran tersebut
yang menekankan efeknya ke perilaku konsumen secara offline seperti
misalnya word of mouth yang lebih powerful secara offline ketimbang
online. Bagaimana seorang marketer mampu menjalankan strategi marketing
secara maksimal baik offline maupun online? Berikut lima strategi online
marketing untuk memaksimalkan penjualan offline.
photo source: ontopinternetmarketing.com
Design Content to be Buzzworthy
Untuk memaksimalkan online marketing
maka content perlu untuk memfokuskan pada hal-hal yang lucu,
menyenangkan dan mengejutkan. Orang akan suka membagikan hal-hal yang
memiliki kekuatan emosional kuat. Ini juga merupakan kunci yang harus
disadari oleh marketer bahwa content lebih penting ketimbang delivery
channel. Inilah alasan mengapa campaign
old spice guy mampu merebut hati para audience. Sense of humor dan
keseksian yang ditampilkannya membuatnya menjadi salah satu campaign
viral tersukses dalam sejarah.
Post at the Right Time
Salah satu strategi
online marketing yang penting adalah jika sebuah campaign diluncurkan
di waktu yang tepat saat orang memang tengah menghabiskan banyak
waktunya secara online. Riset menunjukkan bahwa orang akan online dan
bersosialisasi dengan orang lain antara jam 8 sampai 10 pagi di hari
kerja. Ini merupakan waktu ideal untuk meluncurkan sebuah campaign
digital yang akan dishare secara offline diantara rekan kerja mereka.
Salah satu contoh yang bagus adalah bahwa restoran menawarkan deal makan
siang secara online atau trailer menarik tentang sebuah film baru.
Make Content Useful and Easy to Find
Para digital marketer harus
memperhatikan bahwa sebaiknya mereka membuat digital content yang
conversation friendly. Maksudnya disini adalah bahwa studi menunjukkan
bahwa orang seringkali browsing di internet mencari informasi saat
mereka tengah bercakap dengan orang lain. Sebagai contohnya misalnya
mereka ingin mengetahui lokasi sebuah restoran maka mereka akan mencari
di google lokasi subway terdekat dan top result di google menunjukkan
subway locator yang akan memberikan informasi cepat. Informasi ini
berpotensi besar untuk dibawa dalam conversation offline mengenai dimana
orang akan makan siang. Informasi yang cepat amat penting dalam
strategi online marketing.
Target Influencers
Sekitar 25% dari word of mouth marketing
berasal dari 10% populasi yang paling aktif dalam membuat rekomendasi.
Ini merupakan salah satu strategi online marketing untuk memakai para
influencer tersebut. Mereka memiliki cara unik mereka sendiri untuk bisa
meluncurkan campaign ke tengah audience. Anda bisa melihat orang-orang
seperti raditya dika dan sherina munaf yang banyak dipakai menjadi
influencer untuk brand-brand besar.
Design With Brand Advocates in Mind
Brand advocates merupakan salah satu
orang-orang yang sering mengunjungi website anda. mereka mencari content
yang bisa dibagikan ke orang lain untuk menyebarkan pesan mengenai
produk dan service. Brand advocates merupakan orang-orang yang memiliki
kunjungan ke berbagai website secara reguler dan mereka harus
mendapatkan content fresh yang menarik. Mereka akan membagikan content
yang mereka dapat melalui channel-channel social media namun biasanya
paling banyak melalui email dan conversation langsung. Dengan mendesain
content yang menarik para brand advocates ini maka anda secara langsung
membuat strategi online marketing yang bisa meningkatkan penjualan
offline.
Lima hal tersebut merupakan beberapa hal
pada online marketing yang mampu meningkatkan penjualan offline. Lima
hal tersebut banyak menekankan pada content dan people. Namun anda juga
tak boleh lupa bahwa faktor desain merupakan salah satu kunci utama
untuk bisa meraih target audience di online marketing dalam mensukseskan
penjualan offline.
Permasalahan entepreneur UKM dalam hal
desain adalah menemukan desain berkualitas terbaik dengan budget sesuai.
Namun kini konsep crowdsourcing mampu untuk memberikan alternatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar